Pendidikan

Prodi IAT FUAH UIN KHAS Jember Kembali Laksanakan PPL di LSQ Ar-Rohmah Yogyakarta

20 Aug 2026
Oleh: Abdulloh Dardum
141 Tayangan
Prodi IAT FUAH UIN KHAS Jember Kembali Laksanakan PPL di LSQ Ar-Rohmah Yogyakarta

Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN KHAS Jember kembali melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di LSQ (Lingkar Studi Al-Qur’an) Ar-Rohmah Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperoleh pengalaman praktis dalam kajian Al-Qur’an dan tafsir di luar lingkungan kampus.

Sebanyak 30 mahasiswa Prodi IAT FUAH UIN KHAS Jember mengikuti kegiatan PPL yang akan berlangsung selama 10 hari di Yogyakarta. Prosesi penyerahan mahasiswa dilakukan langsung oleh Koordinator Program Studi (Koorprodi) IAT, Abdulloh Dardum, kepada pihak LSQ Ar-Rohmah Yogyakarta.

LSQ Ar-Rohmah merupakan lembaga yang diasuh oleh Prof. Dr. Abdul Mustaqim, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau dikenal sebagai akademisi yang mengembangkan kajian tafsir maqashidi di Indonesia. Kerja sama pelaksanaan PPL ini menjadi salah satu bentuk upaya Prodi IAT dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari lingkungan akademik dan tradisi kajian Al-Qur’an yang berkembang di Yogyakarta.

Kegiatan PPL di LSQ Ar-Rohmah ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya bagi mahasiswa Prodi IAT FUAH UIN KHAS Jember. Konsistensi pelaksanaan PPL tersebut menunjukkan adanya hubungan akademik yang baik antara Prodi IAT UIN KHAS Jember dengan LSQ Ar-Rohmah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mustaqim menyambut baik kedatangan mahasiswa Prodi IAT UIN KHAS Jember. Ia berharap selama mengikuti PPL, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu membangun tradisi keilmuan, memperluas jaringan, serta mengembangkan kemampuan membaca dan merespons berbagai persoalan keislaman secara kritis.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan selama berada di Yogyakarta ini dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya mengikuti kegiatan secara formal, tetapi manfaatkan untuk belajar, berdiskusi, membaca, menulis, dan membangun jejaring akademik. Jadikan pengalaman di LSQ ini sebagai bagian dari proses membentuk tradisi intelektual yang kuat,” pesan Prof. Abdul Mustaqim.

Lebih lanjut, kegiatan PPL selama 10 hari tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, khususnya dalam kajian Al-Qur’an dan tafsir. Mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan berbagai tradisi intelektual yang berkembang di Yogyakarta serta mengenal secara lebih dekat praktik penelitian dan pengembangan kajian Al-Qur’an di masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan penyerahan mahasiswa PPL juga dirangkai dengan penyerahan buku karya mahasiswa PPL angkatan pertama Prodi IAT FUAH UIN KHAS Jember kepada Prof. Abdul Mustaqim.

Buku tersebut berjudul “Tafsir Feminis: Wacana Tafsir Lisan Tokoh Perempuan Nusantara di Media Sosial”. Buku ini merupakan salah satu luaran akademik yang dihasilkan oleh mahasiswa dari pelaksanaan PPL angkatan pertama di LSQ Ar-Rohmah.

Penyerahan buku tersebut menjadi simbol bahwa kegiatan PPL tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa, tetapi juga didorong untuk menghasilkan karya akademik yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi Al-Qur’an dan tafsir.

Buku tersebut diserahkan kepada Prof. Abdul Mustaqim sebagai bentuk apresiasi sekaligus dokumentasi atas proses akademik yang telah dilakukan mahasiswa selama mengikuti PPL. Karya ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa PPL angkatan berikutnya agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang lebih produktif dan relevan dengan perkembangan kajian Al-Qur’an di era digital.

Dengan pelaksanaan PPL yang memasuki tahun ketiga di LSQ Ar-Rohmah, Prodi IAT FUAH UIN KHAS Jember terus berkomitmen memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman, jejaring akademik, serta produktivitas karya mahasiswa. Selama sepuluh hari di Yogyakarta, para mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berdiskusi, meneliti, dan menghasilkan karya sebagai bagian dari penguatan kompetensi lulusan Prodi IAT.*

Bagikan: