Jember, 26 Agustus 2026 - Fakultas Ushuluddin, Adab dan
Humaniora (FUAH) UIN KHAS Jember menerima mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan
(PPL) Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Syari’ah dan
Ushuluddin, Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAIM) Lumajang. Kegiatan PPL
tersebut dilaksanakan dalam bentuk short course selama 10 hari, mulai 26
Agustus hingga 9 September 2026.
Prosesi penyerahan mahasiswa PPL dilaksanakan di Aula FUAH UIN KHAS Jember. Penyerahan dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Misnanto, M.H., dan diterima oleh pihak FUAH UIN KHAS Jember, Muhammad Faiz, M.A. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan PPL sekaligus bentuk penguatan kerja sama akademik antara kedua lembaga dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Dalam pelaksanaannya, PPL dikemas dalam format short course yang memadukan pembelajaran kelas, mentoring, praktik, penyusunan tugas mandiri, serta presentasi dan review proposal. Model ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang mendukung kemampuan penelitian dan pengembangan karya ilmiah. Selama kegiatan, mahasiswa akan mendapatkan sejumlah materi yang relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa IAT, di antaranya materi tentang Manajemen Referensi dan Sitasi, Struktur Penulisan Artikel Ilmiah, Tren Studi Al-Qur’an dan Tafsir, dan lain sebagainya yang akan disampaikan oleh narasumber dari dosen FUAH UIN KHAS Jember.
Selain kegiatan terjadwal di kelas, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan mentoring bersama tim mentor perpustakaan serta mengerjakan tugas PPL secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik yang lebih komprehensif kepada mahasiswa melalui perpaduan antara teori, praktik, pendampingan, dan penyusunan karya ilmiah.
Melalui kegiatan short course PPL ini, FUAH UIN KHAS Jember diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa IAT IAIM Lumajang untuk memperluas wawasan keilmuan, meningkatkan keterampilan penelitian, memperkuat kemampuan menulis akademik, serta mengenal lebih dekat lingkungan akademik perguruan tinggi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun jejaring akademik dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam pengembangan kajian Al-Qur’an dan Tafsir. Dengan bekal yang diperoleh selama sepuluh hari, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat dalam kegiatan akademik maupun pengembangan karya karya ilmiah mereka di masa mendatang.*